Layanan Pembentukan Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM)

Pedoman Layanan

Kegunaan dari prosedur ini adalah mendefinisikan tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Aktifitas & Kesejahteraan Mahasiswa, Wakil Rektor I (Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama) dan Rektor, dalam memutuskan pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa. Prosedur ini berlaku untuk setiap pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa yang ada di ITTelkom Surabaya Tahapan yang harus dilalui dalam pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) adalah sebagai berikut:
1) Mahasiswa membuat proposal pembentukan UKM dan Mahasiswa mengajukan proposal UKM kepada BEM.
2) UKM yang diajukan kepada BEM memiliki anggota minimal 10 orang.
3) BEM menerima proposal pembentukan UKM. Apabila Proposal disetujui oleh
BEM, maka BEM akan membuat surat rekomendasi untuk BK.
4) Apabila Proposal belum memenuhi persyaratan, maka BEM akan
mengembalikan proposal tersebut dan Mahasiswa akan kembali membuat
proposal perbaikan atau melengkapi persyaratan.
5) Bagian Kemahasiswaan (BK) menerima proposal pembentukan UKM dan
surat rekomendasi dan BK mencatat proposal yang masuk.
6) BK mengecek kelengkapan proposal dan lampirannya. Apabila persyaratan
proposal telah lengkap, maka akan dilakukan sidang persetujuan. Apabila
persyaratan proposal belum lengkap, maka BK akan mengembalikan proposal
tersebut kepada mahasiswa untuk dilakukan revisi.
7) Warek I melakukan sidang persetujuan untuk pembentukan UKM. Apabila
pembentukan UKM yang bersangkutan disetujui, maka BK akan membuat
surat persetujuan menjadi pembina UKM kepada Dosen atau Karyawan.
8) Apabila pembentukan UKM yang bersangkutan tidak disetujui, maka proposal
akan dikembalikan pada mahasiswa untuk dilakukan revisi.
9) BK akan mendokumentasikan surat persetujuan menjadi pembina UKM.
Dosen menerima surat persetujuan menjadi pembina UKM. Dosen
mengirimkan surat persetujuan yang telah diisi menjadi pembina UKM.
10) BK membuat SK UKM yang nantinya akan diterbitkan oleh Pimpinan.
11) Warek I menerbitkan SK pembentukan UKM.
12) BK melakukan sosialisasi ke pembina UKM dan mahasiswa.
13) Mahasiswa membentuk dan menjalankan UKM yang bersangkutan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *