Cuti Akademik

Aturan Akademik

(1) Cuti Akademik adalah ijin yang diberikan oleh Rektor bagi mahasiswa untuk tidak mengikuti seluruh kegiatan akademik dalam waktu 1 (satu) atau 2 (dua) semester berturut-turut.
(2) Cuti Akademik tidak mengakibatkan bertambahnya batas masa studi maksimal.
(3) Syarat seorang mahasiswa untuk dapat mengajukan permohonan Cuti Akademik adalah:
a. Menderita sakit yang memerlukan perawatan cukup lama, yang dapat mengganggu kegiatan akademik, yang dikukuhkan dengan Surat keterangan Dokter yang ditunjuk.
b. Mengalami kesulitan ekonomi keluarga yang dikukuhkan dengan Surat Keterangan Orangtua/Wali/tempat bekerja, fotocopy Kartu Keluarga, dan keterangan Pamongpraja tempat asal mahasiswa yang bersangkutan.
(4) Cuti Akademik tidak diperkenan bagi mahasiswa yang belum menyelesaikan perkuliahan Tingkat-1 dan belum lulus Tahap Pertama Bersama (TPB)/Tingkat-1.
(5) Pengajuan permohonan Cuti Akademik untuk suatu semester, selambat lambatnya pada masa Perubahan Rencana Studi semester berjalan sebagaimana pada Pasal 32 Ayat (1).
(6) Permohonan Cuti Akademik ditujukan kepada Rektor u. p. Wakil Rektor l (Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama) dan harus disetujui orangtua, Dosen Wali, Ketua Program Studi dan Dekan.
(7) Dalam hal permohonan Cuti Akademik pada suatu semester telah diajukan dalam waktu yang tidak melampaui ketentuan sebagaimana pada Ayat (5), apabila permohonan tersebut disetujui, maka persetujuan terhadap permohonan Cuti Akademik ditetapkan melalui Keputusan Rektor u. p. Wakil Rektor I (Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama).
(8) Mahasiswa yang sedang melaksanakan cuti akademik tidak dikenakan kewajiban pembayaran Biaya Penyelenggaraan Pendidikan untuk semester yang bersangkutan, tetapi dikenakan kewajiban pembayaran Biaya Status sebesar 10% dari Biaya Penyelenggaraan Pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku bagi mahasiswa tersebut.
(9) Apabila mahasiswa telah menyelesaikan Cuti Akademik, maka pada saat melanjutkan studi pada semester berikutnya diberlakukan status mahasiswa percobaan selama masa yang sama dengan masa cutinya sesuai ketentuan Pasal 42.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *