Mahasiswa Tidak Registrasi dan Terkena Sanksi Skorsing

Aturan Akademik

(1) Mahasiswa tidak registrasi (mangkir) adalah mahasiswa yang tidak melaksanakan herregistrasi sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan pada awal semester, sehingga tidak tercatat sebagai mahasiswa pada semester yang bersangkutan.
(2) Mahasiswa terkena sanksi skorsing adalah mahasiswa yang statusnya sebagai mahasiswa sedang dibekukan akibat terkena sanksi pelanggaran akademik dan atau non-akademik selama 1 (satu) atau 2 (dua) semester.
(3) Mahasiswa mangkir dan terkena skorsing, tidak diperkenankan mengikuti kegiatan akademik dan kemahasiswaan pada semester yang bersangkutan, sehingga akan diperlakukan sebagai anggota masyarakat umum lainnya.
(4) Mahasiswa yang tidak melaksanakan registrasi ulang selama 1 (satu) semester, apabila pada semester berikutnya akan mendaftar diri kembali, maka:
a. Harus mengajukan permohonan dan menyerahkan Surat Rekomendasi dari Dosen Wali yang diperkuat oleh Ketua Program Studi yang ditujukan kepada Wakil Rektor I (Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama).
b. Permohonan dapat disetujui/ditolak oleh Wakil Rektor I berdasarkan bisa atau tidaknya diterima alasan mangkir dan kemungkinan masih dapat diselesaikannya beban studi Ianjutan dalam rentang masa studi tersisa.
c. Jika permohonan diterima, status kemahasiswaan yang bersangkutan adalah sebagai Mahasiswa Percobaan selama 1 (satu) semester sesuai Pasal 42.
d. Jika setelah 1 (satu) semester masa percobaan dapat melampaui masa percobaan sesuai Pasal 42, maka status mahasiswa percobaan diubah menjadi mahasiswa biasa;
e. Jika setelah berjalan 1 (satu) semester tidak berhasil melampaui masa percobaan sesuai ketentuan Pasal 42, maka status mahasiswa akan digugurkan dan mahasiswa tersebut tidak dapat diterima kembali sebagai mahasiswa ITTelkom Surabaya lagi.
(5) Mahasiswa yang tidak melaksanakan registrasi ulang selama 2 (dua) semester berturut-turut dianggap mengundurkan diri, sehingga mahasiswa tersebut dikeluarkan dari daftar mahasiswa aktif di ITTelkom Surabaya maupun dari daftar laporan ke Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) sesuai Pasal 31 Ayat (6). Jika pada semester berikutnya mendaftar diri, maka:
a. Mahasiswa harus mengajukan permohonan kepada Rektor, dilampiri dengan Surat Rekomendasi dari Dosen Wali yang diperkuat oleh Ketua Program Studi dan Dekan.
b. Permohonan dapat disetujui/ditolak oleh Rektor berdasarkan persetujuan Dekan serta berkenaan dengan bisa atau tidaknya diterima alasan mangkir dan kemungkinan masih dapat diselesaikannya beban studi lanjutan dalam rentang masa studi tersisa.
c. Jika permohonan diterima, status kemahasiswaan yang bersangkutan adalah sebagai Mahasiswa Percobaan selama 2 (dua) semester sesuai Pasal 42.
d. Jika mahasiswa berhasil melampauai masa percobaan 2 (dua) semester berturut-turut sesuai ketentuan Pasal 42, maka status mahasiswa percobaan akan diubah menjadi mahasiswa biasa pada semester berikutnya.
e. Jika tidak berhasil melampaui 1 (satu) atau 2 (dua) semester masa percobaan sesuai ketentuan Pasal 42, maka status mahasiswa akan digugurkan dan tidak dapat diterima kembali sebagai mahasiswa ITTelkom Surabaya lagi.
(6) Mahasiswa yang tidak melaksanakan registrasi ulang selama dua semester berturut-turut dan tidak mengajukan permohonan untuk mendaftarkan diri kembali sampai batas waktu Perubahan Rencana Studi (PRS) semester berikutnya, maka mahasiswa tersebut dianggap mengundurkan diri dari ITTelkom Surabaya yang ditetapkan melalui Keputusan Rektor setelah direkomendasikan oleh Sidang Akademik.
(7) Dalam hal permohonan registrasi kembali setelah mangkir disetujui, di samping terkena kewajiban membayar Biaya Penyelenggaraan Pendidikan untuk masa studi pada semester yang akan diikuti, mahasiswa tetap diwajibkan membayar Biaya Penyelenggaraan Pendidikan secara penuh (100%) untuk setiap semester pada masa yang bersangkutan mangkir.
(8) Mahasiswa yang sedang menjalani sanksi skorsing tidak dikenakan kewajiban pembayaran Biaya Penyelenggaraan Pendidikan untuk semester yang bersangkutan, tetapi diwajibkan melaksanakan registrasi 0 SKS dan dikenakan kewajiban pembayaran Biaya Status sebesar 10% dari Biaya Penyelenggaraan Pendidikan yang berlaku bagi mahasiswa tersebut.
(9) Masa mangkir tidak registrasi dan masa skorsing tidak menambah masa studi maksimum seorang mahasiswa sesuai dengan program studi yang bersangkutan sebagaimana pada Pasal 8.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *