Bab 3 Sistem Penyelenggaraan Pendidikan

BAB III SISTEM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
Pasal 7 Sistem Kredit Semester

(1) Pendidikan di ITTelkom Surabaya diselenggarakan dalam sistem kredit semester, terdiri dari bentuk-bentuk kegiatan pembelajaran berikut:
a. Kuliah, tutorial, kuliah umum,
b. Responsi/mentoring/seminar bentuk pembelajaran lain yang sejenis,
c. Praktikum/bengkel/praktik yang sejenis di laboratorium,
d. Kerja praktik, Kerja Industri, dan Magang,
e. Penyusunan Tugas Akhir,
f. Pameran atau bentuk lain yang setara.
(2) Sistem kredit semester merupakan suatu sistem penyelenggaraan Pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.
(3) Satuan kredit semester (SKS) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal per minggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum/praktek/bengkel, atau 4 jam kerja lapangan/kerja/industri/kerja praktek/Kerja Industri/magang, yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1 – 2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1 – 2 jam kegiatan mandiri, dengan pengertian untuk setiap 1 jam kegiatan adalah selama 50 menit pelaksanaan kegiatan.
(4) Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 16 – 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 – 3 minggu kegiatan penilaian.
(5) Satu tahun akademik terdiri dari 2 (dua) semester, yaitu:
a. Semester ganjil yang berjalan pada bulan Agustus sampai dengan Januari, dan
b. Semester genap yang berjalan pada bulan Februari sampai dengan Juli.

Pasal 8 Standar Penyelenggaraan Program Studi

(1) Penyelenggaraan pendidikan dalam program studi sebagaimana pada pasal 1 ayat (8) meliputi pendidikan akademik sebagaimana pada pasal 1 ayat (19), (20), dan (21).
(2) Pendidikan akademik terdiri dari Program Sarjana (Strata-1/S1) dengan standart kurikulum dan masa studi program sarjana di ITTelkom Surabaya adalah 144 – 146 SKS yang dijadwalkan untuk masa studi normal 8 (delapan) semester yang dapat ditempuh dalam waktu minimal 7 (tujuh) semester dan maksimal 12 (dua belas) semester. Jika mahasiswa program sarjana belum lulus setelah menempuh 12 (dua belas) semester, maka perpanjangan masa studi dapat diberikan paling banyak 2 (dua) kali satu semester dengan memperhatikan evaluasi sisa beban studi yang memungkinkan untuk diselesaikan.
(3) Komposisi beban SKS untuk setiap bentuk kegiatan pembelajaran sebagaimana pada pasal 7 ayat (1) diatur dalam aturan kurikulum program studi untuk masing-masing jenjang dan jenis pendidikan akademik yang ditetapkan melalui Keputusan Rektor tersendiri, sesuai standar dan aturan yang berlaku.

Pasal 9 Kuliah

(1) Perkuliahan merupakan kegiatan tatap muka/pertemuan antara dosen dan mahasiswa yang bertujuan untuk menyampaikan materi mata kuliah.
(2) Kegiatan dalam perkuliahan dapat berupa ceramah, tanya jawab, presentasi atau kegiatan lain sesuai dengan metode yang ditetapkan sesuai rancangan kurikulum dan silabus mata kuliah agar materi mata kuliah dapat dipahami oleh mahasiswa.
(3) Pada program Pendidikan akademik, tatap muka dalam perkuliahan untuk suatu mata kuliah adalah sebagai berikut:
a. Mata kuliah 2 SKS dilaksanakan dalam sekali pertemuan tiap minggu selama 100 menit.
b. Mata kuliah 3 SKS dilaksanakan dalam sekali pertemuan tiap minggu selama 150 menit ditambah 50 menit responsi jika diperlukan.
c. Mata kuliah 4 SKS dilaksanakan dalam dua kali pertemuan pada hari berbeda, masing-masing 100 menit kuliah ditambah 100 menit responsi jika diperlukan.
(4) Teknis dan prosedur pelaksanaan kuliah diatur lebih rinci dalam rancangan dan aturan implementasi kurikulum program studi untuk masing-masing jenjang dan jenis pendidikan akademik yang ditetapkan melalui Keputusan Rektor tersendiri, sesuai standar dan aturan yang berlaku.

Pasal 10 Responsi dan Mentoring

(1) Responsi adalah kegiatan pembelajaran terstruktur pada program pendidikan akademik yang dibimbing oleh dosen atau asisten yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman materi kuliah melalui latihan soal, diskusi, atau kegiatan terbimbing lainnya.
(2) Mentoring adalah kegiatan pembelajaran terstruktur pada program pendidikan akademik yang dibimbing oleh asisten atau pihak yang ditunjuk yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman materi kuliah melalui latihan soal, diskusi, atau kegiatan terbimbing lainnya.
(3) Responsi untuk matakuliah 3 SKS dijadwalkan selama 50 menit per minggu atau 100 menit per dua minggu, dan untuk matakuliah 4 SKS dijadwalkan selama 100 menit per minggu, dengan penjadwalan yang diatur kemudian.
(4) Untuk matakuliah dengan 2 SKS diberikan responsi atau mentoring berdasarkan urgensi kebutuhan yang ditetapkan pada rancangan kurikulum dan silabus matakuliah, dengan total waktu maksimal adalah ½ dari jumlah pertemuan kuliah.
(5) Jika dibantu asisten, maka materi dan tugas-tugas untuk responsi diberikan atau dikoordinasikan oleh dosen pengampu mata kuliah, dengan lingkup yang diupayakan mengarah kepada studi kasus/pekerjaan tim.
(6) Kegiatan pembelajaran dan penilaian dari kegiatan responsi wajib dilaporkan kepada dosen pengampu matakuliah sesuai waktu yang ditetapkan dan menjadi bagian penilaian kelulusan mata kuliah yang dikompilasikan dengan hasil penilaian dari hasil kegiatan-kegiatan lainnya.
(7) Ketentuan aturan yang lebih rinci mengenai teknis dan prosedur pelaksanaan responsi untuk setiap jenjang program dan jenis pendidikan maupun bidang keilmuan diatur dalam rancangan dan implementasi kurikulum masing-masing program studi.

Pasal 11 Praktikum, Praktik, Studio, dan Bengkel

(1) Praktikum, Praktik, Studio, dan Bengkel adalah kegiatan pembelajaran melalui pengalaman untuk menerapkan, menguji, atau simulasi suatu keadaan nyata dari hal-hal yang terdapat dalam teori atau konsep.
(2) Pada program pendidikan akademik, matakuliah praktikum, studio atau bengkel diperlakukan setara dengan mata kuliah lainnya, sehingga kepada mahasiswa yang telah menempuhnya diberikan indikator keberhasilan pembelajaran dengan penilaian sebagaimana pasal 16.
(3) Dalam pelaksanaan praktikum, praktik, studio atau bengkel, dosen pengampu dibantu oleh laboran dan para asisten yang dalam melaksanakan tugas-tugasnya berada dibawah koordinasi dosen pengampu tersebut.
(4) Materi, tugas-tugas dan penilaian untuk mata kuliah praktikum, praktik, studio atau bengkel diberikan dan dikoordinasikan oleh dosen pengampu mata kuliah bersangkutan.
(5) Ketentuan aturan yang lebih rinci mengenai teknis dan prosedur pelaksanaan praktikum, praktik, studio atau bengkel untuk setiap jenjang program dan jenis pendidikan maupun bidang keilmuan diatur dalam rancangan dan implementasi kurikulum masing-masing program studi.

Pasal 12 Kerja Praktik, Kerja Industri, dan Magang

(1) Kerja Praktik, Kerja Industri, dan Magang merupakan suatu latihan yang dirancang secaracermat untuk menciptakan suatu pengalaman kerja tertentu bagi mahasiswa, yang dilakukan dalam suasana belajar. Dengan melaksanakan kerja praktik, kerja industri, dan magang mahasiswa dilatih untuk mengenal dan menghayati lingkup pekerjaan dilapangan, guna mengadaptasi diri dengan lingkungan untuk melengkapi proses belajar yang telah diperoleh dari bangku kuliah.
(2) Kerja Praktik, Kerja Industri, dan Magang ditujukan:
a. Agar mahasiswa memiliki pengalaman praktik sesuai program studinya masing-masing.
b. Agar mahasiswa mempunyai gambaran nyata mengenai lingkungan kerjanya, mulai dari tingkat bawah sampai dengan tingkat yang lebih tinggi.
c. Agar kehadiran mahasiswa peserta kerja praktik dan magang diharapkan dapat
memberikan manfaat dan wawasan baru bagi dirinya serta instasi tempat melaksanakan kerja praktik dan magang.
d. Khusus untuk kerja praktik juga ditujukan agar mahasiswa dapat mengisi masa liburan antar semester dengan sesuatu yang berguna dan menunjang keahliannya, sehingga pengambilan SKS untuk kerja praktik tidak termasuk dalam kuota pengambilan SKS registrasi sebagaimana pada pasal 17 ayat (6).
(3) Jadwal perkuliahan, pada jam kerja penuh/full time (8 jam per hari) dalam hari kerja penuh (5 hari per minggu), dengan penempatan lokasi kerja berdasarkan permohonan Institusi u.p. dekan fakultas sesuai usulan mahasiswa yang telah disetujui dosen pembimbing Kerja Praktik, Kerja Industri, dan Magang.
(4) Kerja Praktik dilakukan selama 1,5-2 bulan dengan beban sebesar 2 SKS.
(5) Kerja Praktik, Kerja Industri, dan Magang tidak dapat dilaksanakan secara bersamaan dengan mahasiswa melaksanakan perkuliahan terjadwal. Mahasiswa tidak boleh mengajukan ijin kepada perusahaan atau institusi untuk melaksanakan kuliah di kampus selama menjalani kegiatan Kerja Praktik, Kerja Industri, dan Magang.
(6) Kerja Industri dengan takaran beban akademik 4 (empat) SKS adalah kegiatan pendidikan bersifat pilihan/opsional yang dapat menjadi capaian pembelajaran tambahan bagi mahasiswa Program S1 dengan menjadi pekerja harian di perusahaan, industri, atau UKM selama 3-4 bulan di luar jadwal perkuliahan, pada jam kerja penuh/full time (8 jam per hari) dalam hari kerja penuh (5 hari per minggu) di lokasi kerja instasi mitra Institusi yang ditetapkan oleh Institusi u.p. Dekan Fakultas atau lokasi kerja berdasarkan permohonan Institusi u.p. Dekan Fakultas sesuai usulan mahasiswa yang disetujui oleh Dosen Wali.
(7) Magang dengan takaran beban 8 – 9 SKS dilaksanakan pada semester 7 (tujuh) atau 8 (delapan). Magang dilaksanakan selama 6 (enam) bulan pada jam kerja penuh/full-time (8 jam per hari) dalam hari kerja penuh (5 hari per minggu) di lokasi kerja instansi mitra Universitas yang ditetapkan Fakultas atau berdasarkan permohonan Universitas u. p. Dekan Fakultas sesuai usulan mahasiswa yang telah disetujui oleh Dosen Wali. Magang/Kerja industri dapat

menggantikan mata kuliah di program studi sebanyak 8 – 9 sks termasuk mata kuliah Tugas Akhir.
(8) Lingkup tugas dalam Kerja Praktik dan Magang adalah sebagai berikut:
a. Kerja Praktik, Kerja Industri, dan Magang merupakan implementasi dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dari kegiatan perkuliahan untuk berkontribusi membantu pemecahan masalah di berbagai perusahaan/instansi dengan bidang kerja yang sesuai rumpun ilmu Fakultas.
b. Lingkup pekerjaan Kerja Praktik, Kerja Industri, dan Magang bukan hanya mencakup studi, namun harus memberikan suatu hasil kerja nyata/konkret, seperti: analisis dan hasil atau rekomendasi penyelesaian suatu masalah, produk sederhana, desain, perencanaan, modul pelatihan, modul prosedur kerja, atau lainnya.
(9) Pelaksanaan Kerja Praktik, Kerja Industri, dan Magang dibimbing oleh pembimbing lapangan dari perusahaan/instansi dan Pembimbing Akademik dari Institusi yang dikoordinasikan oleh Bagian Pelayanan Akademik.
(10) Pembimbing Akademik untuk kegiatan Kerja Praktik, Kerja Industri, dan Magang diatur oleh Koordinator Kerja Praktik, Kerja Industri, dan Magang, untuk kegiatan Kerja Industri adalah dosen yang ditugaskan secara khusus oleh Ketua Program atau Fakultas.
(11) Kewajiban mahasiswa peserta Kerja Praktik, Kerja Industri, dan Magang:
i. Menaati segala ketentuan dan tidak melanggar aturan yang ditetapkan oleh instansi/perusahaan, termasuk menjaga kerahasiaan instansi/perusahaan,
ii. Melaksanakan seluruh tugas yang diberikan oleh instansi dengan kualitas sebaik-baiknya sesuai waktu yang diberikan,
iii. Membawakan akhlak, sikap kepribadian dan tata karma yang baik,
iv. Memelihara kejujuran dan kedisiplinan,
v. Berlatih menumbuhkan kemampuan untuk memadukan dengan baik, antara arahan pembimbing lapangan dengan inisiatid dan kemandirian dalam menyelesaikan tugas,
vi. Berlatih menumbuhkan kapabilitas dan profesionalitas dalam bekerja,
vii. Menjaga nama baik almamater,
viii. Menyusun dan mempresentasikan laporan kepada para pembimbing.
(12) Persyaratan dan Prosedur Kerja Praktik:
a. Peserta Kerja Praktik adalah mahasiswa Program S1 yang sudah dinyatakan lulus Tingkat II, lulus matakuliah minimal 90 SKS dengan IP 2,50.
b. Kerja praktik dapat dilaksanakan paling awal pada akhir Semester VI.
c. Mahasiswa peserta Kerja Praktik diwajibkan mengambil SKS matakuliah Kerja Praktik pada registrasi semester sebelum keberangkatan Kerja Praktik.
d. Pengelolaan Kerja Praktik dilaksanakan oleh Fakultas, dengan masa pendaftaran paling lambat 4 (empat) bulan sebelum pelaksanaan.
(13) Persyaratan dan prosedur Kerja Industri:

a. Peserta Kerja Industri adalah mahasiswa Program S1 yang sudah dinyatakan lulus Tingkat III, sudah lulus Kerja Praktik dan sudah lulus seluruh matakuliah dengan IP minimal 3,00 dengan Tugas Akhir dapat dikecualikan.
b. Kerja Industri dapat dilaksanakan pada akhir Semester VII atau Semester VIII atau setelah menyelesaikan seluruh studi termasuk Tugas Akhir sebelum pelaksanaan wisuda.
c. Kerja Industri merupakan kegiatan studi opsional yang tidak diwajibkan pada Program S1 dan akan menjadi capaian pembelajaran tambahan bagi lulusan Sarjana.
d. Pengelolaan Kerja Industri dilaksanakan oleh Fakultas bersama CDC (
Career Development Center), dengan masa pendaftaran paling lambat 4 (empat) bulan sebelum pelaksanaan.
e. Mahasiswa peserta Kerja Industri diwajibkan mengambil SKS matakuliah Kerja Industri pada Semester sebelum keberangkatan Kerja Industri.
(14) Persyaratan dan prosedur Magang:
a. Peserta Magang adalah mahasiswa Program S1 yang sudah dinyatakan lulus Tingkat III, lulus Kerja Praktik dan lulus matakuliah minimal 120 SKS dengan IPK ≥ 2,75.
b. Magang dapat dilaksanakan pada semester VII atau VIII.
c. Kegiatan Magang dapat menggantikan 8 atau 9 SKS mata kuliah tidak termasuk Tugas Akhir.
d. Pengelolaan Magang dilaksanakan oleh PPDU dengan berkoordinasi dengan Fakultas, dengan masa pendaftaran paling lambat 2(dua) bulan sebelum pelaksanaan.
(15) Laporan Kerja Praktik, Kerja Industri, dan Magang wajib disusun dengan memuat:
a. Pra-Laporan, terdiri dari:
i. Sampul depan dan sampul dalam.
ii. Lembar pengesahan I dari perusahaan/instansi yang ditandatangani oleh Pembimbing Lapangan di atas kertas berlogo perusahaan/instansi atau dibubuhkan stempel/cap perusahaan/instansi, memuat judul, lokasi dan rentang masa Kerja Praktik.
iii. Lembar pengesahan II dari Institusi ditandatangani oleh Pembimbing Akademik.
iv. Kata Pengantar.
v. Daftar isi, Daftar Gambar, Daftar Tabel, dan lainnya jika ada.
b. Pendahuluan, membahas latar belakang penugasan, lingkup penugasan, target pemecahan masalah, metode pelaksanaan tugas/pemecahan masalah, rencana dan penjadwalan kerja, ringkasan sistematika laporan.
c. Profil Perusahaan/Instansi, Struktur Organisasi, dan lokasi/unit pelaksanaan kerja.
d. Teori dasar untuk lingkup pekerjaan yang ditugaskan.
e. Laporan pelaksanaan kerja.
f. Analisis Hasil Pelaksanaan Kerja/Pemecahan Masalah.
g. Penutup (Kesimpulan dan Saran).
h. Lampiran:
i. Copy surat lamaran ke perusahaan/instansi yang bersangkutan
ii. Copy balasan surat lamaran dari perusahaan/instansi

iii. Lembar penilaian pembimbing lapangan dari perusahaan/instansi
iv. Lembar berita acara presentasi dan penilaian pembimbing akademik
v. Lain-lain (jika perlu)
i. Tebal keseluruhan laporan tidak lebih dari 50 halaman, mencakup baik pra-laporan, isi laporan maupun lampiran.
j. Buku laporan kerja dicetak dan dijilid soft-cover putih laminasi sebanyak: satu eksemplar untuk arsip mahasiswa, satu eksemplar untuk perusahaan/instansi, satu eksemplar untuk pembimbing akademik, dan diunggah ke dalam repository institusi.
(16) Laporan Kerja Praktik, Kerja Industri, dan Magang wajib diserahkan dan dipresentasikan ke hadapan Dosen Pembimbing Akademik paling lambat 1 (satu) bulan setelah berakhirnya pelaksanaan kerja.

Pasal 13 Tugas Akhir Sarjana

(1) Tugas Akhir (TA) adalah karya tulis ilmiah dari hasil penelitian yang disusun oleh seorang mahasiswa program sarjana sebagai salah satu syarat penyelesaian Pendidikan di tingkat sarjana (S1) di lingkungan ITTelkom Surabaya.
(2) Tugas Akhir terdiri atas dua mata kuliah, yaitu Metode Penelitian dan Pengembangan (2 SKS) dan Tugas Akhir (4 SKS). Tugas Akhir dilaksanakan pada semester terakhir masa studi yang merupakan kelanjutan dari Metode Penelitian dan Pengembangan pada semester sebelumnya. Metode Penelitian dan Pengembangan beserta Tugas Akhir merupakan kesatuan kegiatan akademik yang berkelanjutan selama 2 (dua) semester.
(3) Keluaran suatu Tugas Akhir dapat berupa hasil penelitian serta pemecahan masalah yang dihadapi atau produk yang dilakukan secara sistematis melalui kegiatan analisis, yang dilaporkan dalam Karya Tulis Ilmiah.
(4) Pelaksanaan Tugas Akhir dapat dilakukan secara mandiri maupun berkelompok.
(5) Tugas Akhir berkelompok paling banyak terdiri dari 5 (lima) orang mahasiswa.
(6) Pada Tugas Akhir berkelompok, setiap anggota mengambil judul yang merupakan bagian dari satu tema besar dan membuat laporan masing-masing dengan memperlihatkan keterkaitan antar anggota kelompok.
(7) Pembimbing Tugas Akhir terdiri dari Pembimbing I dan Pembimbing II dengan persyaratan mengacu pada ketentuan standar dan regulasi nasional Pendidikan, yaitu:
a. Pembimbing I adalah dosen yang minimal berpendidikan S2 (Magister) dengan jabatan
akademik minimal Asisten Ahli (AA) pada bidang keahlian yang linier dengan Program Studi.
b. Pembimbing II adalah dosen yang minimal berpendidikan S2 (Magister) dengan jabatan akademik minimal Asisten Ahli (AA) dengan bidang keahlian linier/mendukung topik Tugas Akhir, atau dapat berasal dari praktisi/industri dengan pendidikan S2 dan pengalaman kerja minimal 5 tahun atau 5 tahun setelah menempuh pendidikan S2 pada bidang yang sesuai dengan topik Tugas Akhir dan disetujui oleh Program Studi.