Bab 4 Sistem Evaluasi Pembelajaran

BAB IV SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN

Pasal 14 Ujian Reguler, Persyaratan Mengikuti Ujian, Ujian Susulan dan Ujian Khusus

(1) Evaluasi pembelajaran kegiatan akademik perkuliahan dilakukan dalam bentuk ujian.
(2) Ujian reguler dilaksanakan secara terjadwal, terdiri dari Ujian Tengah Semester (UTS) yang diselenggarakan pada pertengahan semester dan Ujian Akhir Semester (UAS) pada akhir semester.
(3) Mahasiswa wajib mengikuti kegiatan akademik dengan kehadiran minimal sebesar 80% untuk dapat mengikuti Ujian Akhir Semester.
(4) Ujian wajib diikuti oleh mahasiswa sesuai dengan jadwal dan ruangan yang telah ditetapkan untuk setiap matakuliah, sesuai yang tercantum pada Kartu Ujian.
(5) Pada setiap pelaksanaan ujian, mahasiswa wajib membawa Kartu Tanda Mahasiswa yang berlaku dan Kartu Ujian yang juga digunakan untuk pencatatan keikutsertaan ujian.
(6) Ujian Susulan diberikan kepada mahasiswa yang tidak bisa mengikuti Ujian Tengah Semester dan/atau Ujian Akhir Semester dengan alasan:
a. sakit dengan surat keterangan rawat inap rumah sakit,
b. menunaikan tugas yang diberikan oleh ITTelkom Surabaya atau negara.
c. berhalangan ikut ujian UTS atau UAS karena alasan yang dapat diterima Institusi (mendapat musibah, dikuatkan dengan surat keterangan dari yang berwenang),
d. tidak dapat mengikuti ujian atas ijin ITTelkom Surabaya.
(7) UTS Susulan dilaksanakan secara terjadwal dua minggu setelah UTS berakhir.
(8) UAS Susulan dilaksanakan secara terjadwal satu minggu sebelum batas akhir pengunggahan Daftar Nilai Akhir (DNA).
(9) Persyaratan dan pelaksanaan Ujian Khusus diatur sebagai berikut:
a. Ujian Khusus adalah evaluasi belajar untuk suatu mata kuliah tertentu yang dilaksanakan di luar evaluasi belajar reguler atas keputusan Dekan Fakultas dengan mempertimbangkan rekomendasi Sidang Akademik berdasarkan permohonan dari mahasiswa karena kondisi tertentu yang disampaikan melalui Dosen Wali.
b. Melalui Ujian Khusus nilai mata kuliah seorang mahasiswa dapat diubah sesuai dengan hasil ujian khusus dan harus mengambil mata kuliah yang bersangkutan.
c. Ujian Khusus dapat diberikan kepada mahasiswa paling banyak satu matakuliah per tingkat dan tidak dapat dikumulatifkan pada tingkat tertentu.
d. Nilai maksimum Ujian Khusus adalah C.
(10) Dalam melaksanakan ujian, mahasiswa wajib menaati seluruh aturan ujian sesuai dengan sifat ujian, wajib menjunjung tinggi kejujuran akademik, serta dilarang keras untuk melakukan segala bentuk kecurangan akademik.
(11) Segala bentuk pelanggaran terhadap aturan ujian maupun kecurangan akademik dapat menyebabkan mahasiswa dikenakan sanksi akademik dan sanksi pemberhentian studi sesuai ketentuan aturan yang berlaku di ITTelkom Surabaya.
(12) Prosedur pelaksanaan teknis ujian diatur dalam ketentuan tersendiri.

Pasal 15 Kuis, Assessment dan Pekerjaan Rumah

(1) Kuis atau ujian kecil atau pop test adalah evaluasi pembelajaran mahasiswa untuk suatu subbab, bab, modul atau sebagian lingkup perkuliahan yang dilaksanakan di kelas pada jadwal perkuliahan atau responsi dengan atau tanpa pemberitahuan sebelumnya.
(2) Assessment adalah evaluasi pembelajaran mahasiswa untuk suatu subbab, bab, modul atau sebagian lingkup perkuliahan yang dilaksanakan di kelas atau laboratorium.
(3) Pekerjaan Rumah (PR) adalah tugas yang diberikan kepada mahasiswa, baik secara perorangan maupun secara berkelompok, untuk diselesaikan di luar kelas dan di luar jadwal perkuliahan yang dapat dipresentasikan di kelas pada jadwal responsi atau pada jadwal kuliah untuk mendapatkan apresiasi, penilaian, pembahasan dan umpan balik, yaitu berupa penyelesaian soal-soal, memahami bacaan/textbook, menyusun makalah, membuat proyek kecil, melatih keterampilan tertentu atau tugas lainnya.
(4) Hasil-hasil penilaian kuis, assessment, dan pekerjaan rumah diberitahukan kepada mahasiswa dan dievaluasi oleh dosen sebagai umpan balik bagi mahasiswa maupun dosen selama perkuliahan berjalan, sehingga dapat dilakukan upaya-upaya perbaikan pembelajaran dan diharapkan mencegah kegagalan matakuliah yang bersangkutan pada akhir semester.
(5) Hasil-hasil pekerjaan rumah mahasiswa maupun pembahasan kuis dan dokumentasi assessment oleh dosen diunggah ke website atau blog ITTelkom Surabaya dengan menaati kaidah penulisan ilmiah maupun etika akademik.

Pasal 16 Standar Penilaian Pembelajaran dan Harkat Indeks Nilai Mata Kuliah

(1) Setiap kegiatan akademik diikuti dengan kegiatan evaluasi yang berfungsi untuk mengukur capaian hasil pembelajaran di akhir semester.
(2) Standar penilaian pembelajaran merupakan kriteria minimal tentang kegiatan sistematis yang dilakukan untuk menentukan kualifikasi atas perencanaan dan pelaksanaan, pengendalian proses pembelajaran, serta capaian pembelajaran setelah mahasiswa menjalani proses pembelajaran.
(3) Penilaian pembelajaran berfungsi untuk:
a. memotivasi belajar mahasiswa;
b. menentukan tingkat keberhasilan mahasiswa memenuhi capaian pembelajaran pada setiap matakuliah/blok matakuliah;
c. memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran.
(4) Lingkup penilaian dilakukan terhadap:
a. perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian proses pembelajaran oleh dosen.
b. capaian pembelajaran matakuliah/blok mata kuliah oleh mahasiswa.
c. keberhasilan unit pengelola program studi dalam melaksanakan proses pembelajaran untuk menghasilkan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan, dilakukan melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal.
(5) Sasaran penilaian capaian pembelajaran mahasiswa meliputi:
a. Sasaran penilaian capaian pembelajaran mahasiswa peserta mata kuliah di dalam kelas/kegiatan Iaboratorium/bengkel/studio/lapangan, meliputi:
i. penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku;

ii. partisipasi/kinerja mahasiswa;
iii. hasil kerja berupa karya tulis/laporan/karya seni/desain.
b. Sasaran penilaian capaian pembelajaran mahasiswa dalam pengerjaan tugas matakuliah:
i. penguasaan dan pemanfaatan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku dalam
pengerjaan tugas.
ii. kedalaman isi, penggunaan bahasa dan struktur penulisan laporan;
iii. hasil kerja berupa karya tulis/karya cipta/karya seni/desain; dan
iv. partisipasi/kinerja mahasiswa.
c. Sasaran penilaian capaian pembelajaran mahasiswa dalam penyusunan proyek akhir, Tugas Akhir meliputi:
i. penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan serta pemanfaatannya dalam penyusunan Tugas Akhir;
ii. kedalaman isi, penggunaan bahasa dan struktur penulisan buku/laporan proyek akhir, Tugas Akhir;
iii. metode penelitian/penyusunan/penciptaan/perancangan karya/proyek;
iv. kreativitas dan penyajian hasil karya tulis/karya cipta/karya seni/desain;
v. kebenaran ilmiah dan orisinalitas;
vi. partisipasi/kinerja mahasiswa;
vii. penerapan norma akademik yang berlaku; dan
viii. kemampuan mempertahankan Tugas Akhir.
(6) Evaluasi hasil pembelajaran dilaksanakan dengan penilaian dalam Nilai Skor Matakuliah (NSM) berdasarkan penjumlahan terbobot dari beberapa komponen nilai evaluasi pembelajaran, yaitu terdiri dari nilai ujian tengah semester, ujian akhir semester, tugas, kuis dan atau assessment, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Komponen nilai dan pembobotan terhadap setiap jenis kegiatan pembelajaran ditentukan oleh tim pengajar matakuliah berdasarkan rancangan kurikulum, sesuai jenjang dan jenis program pendidikan.
b. Komponen nilai dan pembobotan terhadap setiap jenis kegiatan pembelajaran yang digunakan untuk penentuan Nilai Skor Matakuliah (NSM) diberitahukan kepada mahasiswa pada awal perkuliahan.
(7) Terhadap Nilai Skor Matakuliah (NSM) dilakukan konversi menjadi harkat indeks Nilai Mata Kuliah (NMK) yang dinyatakan dalam huruf mutu dan angka mutu untuk perhitungan lndeks Prestasi (IP) dengan menggunakan Penilaian Acuan Kriteria (PAK), yaitu merupakan penafsiran skor penilaian dengan cara membandingkan capaian pembelajaran matakuliah dengan kriteria yang ditetapkan berdasarkan ketercapaian
learning outcomes matakuliah.
(8) Untuk mendapatkan Nilai Mata Kuliah (NMK) dari Nilai Skor Matakuliah (NSM) dapat digunakan acuan konversi Penilaian Acuan Kriteria (PAK) :

Nilai Skor Matakuliah (NSM) Nilai Mata Kuliah (NMK)
NSM > 80 A
70 < NSM ≤ 80 AB
65 < NSM ≤ 70 B
60 < NSM ≤ 65 BC
55 < NSM ≤ 60 C
40 < NSM ≤ 55 D
NSM ≤ 40 E

(9) Harkat indeks Nilai Mata Kuliah (NMK) dalam nilai huruf sebagaimana Ayat (8) mewakili Nilai Angka Mutu (NAM) dan penafsiran kategori capaian pembelajaran yang akan digunakan untuk perhitungan lndeks Prestasi (IP) sebagai berikut :

 

Nilai Mata Kuliah
(NMK)
Nilai Angka Mutu
(NAM)
Kategori Category
A 4 Istimewa Excellent
AB 3,5 Baik Sekali Very Good
B 3 Baik Good
BC 2,5 Cukup Baik Fair
C 2 Cukup Satisfactory
D 1 Kurang Passing
E 0 Sangat Kurang Poor

(10) Nilai huruf terendah untuk kriteria lulus matakuliah pada jenjang program studi sarjana untuk mata kuliah seluruh Tingkat I, II, dan III adalah D, kecuali untuk matakuliah tingkat IV serta untuk matakuliah pembinaan karakter dan kebangsaan (Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia) nilai huruf terendah adalah C.
(11) Nilai huruf terendah atau kelulusan pada suatu matakuliah menjadi persyaratan yang harus dipenuhi untuk evaluasi kelulusan studi, evaluasi kelulusan tingkat, dan untuk pengambilan matakuliah lain pada semester atau tingkat selanjutnya yang dinyatakan memiliki prasyarat (
pre-requisite) dari matakuliah tersebut.
(12) Apabila mahasiswa mengulang suatu mata kuliah, maka nilai yang berlaku untuk mata kuliah tersebut adalah nilai mata kuliah dari pengambilan terakhir.
(13) Pengambilan matakuliah pada suatu tingkat dapat diulang untuk tujuan perbaikan nilai selama mahasiswa belum dinyatakan lulus dari tingkat tersebut.

Pasal 17 Indeks Prestasi dan Kuota Beban Studi Semester

(1) Keberhasilan pembelajaran mahasiswa diukur berdasarkan lndeks Prestasi atau IP, yaitu :

 

dengan:
NAM : Nilai Angka Mutu mata kuliah yang telah diambil sesuai Pasal 17 Ayat (9)
K : besaran SKS mata kuliah
n : jumlah mata kuliah yang telah diambil

(2) Ukuran keberhasilan pembelajaran dalam satu semester diukur dengan lndeks Prestasi Semester (IPS), yaitu IP yang dihitung dari semua mata kuliah pada suatu semester.
(3) Ukuran keberhasilan pembelajaran dalam satu tingkat diukur dengan lndeks Prestasi Tingkat (IPT), yaitu IP yang dihitung dari semua mata kuliah pada suatu tingkat/tahap.
(4) Ukuran keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan diukur dengan lndeks Prestasi Kumulatif (IPK), yaitu IP yang dihitung dari semua mata kuliah yang sudah pernah diambil
dengan menggunakan nilai terakhir apabila suatu mata kuliah pernah diulang.
(5) Mahasiswa baru program sarjana pada Semester I diwajibkan mengambil seluruh/paket beban SKS mata kuliah yang diprogramkan pada Semester I.
(6) Kuota beban SKS maksimal yang boleh diambil pada program sarjana untuk Semester lll dan seterusnya didasarkan pada hasil IPS, yaitu :

IPS Beban Studi Maksimal
IPS < 1,00 15 SKS
1,00 ≤ IPS ≤ 3,00 20 SKS
IPS > 3,00 24 SKS

(7) Pengambilan setiap mata kuliah harus memperhatikan matakuliah prasyaratnya, dengan nilai matakuliah prasyarat harus memenuhi kriteria lulus sebagaimana Pasal 17 Ayat (10) dan (11).
(8) Pengambilan SKS untuk Kerja Praktik yang dilaksanakan pada masa liburan untuk mahasiswa program sarjana merupakan pengecualian (eksepsi) untuk tidak termasuk dalam ketentuan kuota beban SKS maksimal registrasi pada Ayat (6), sebagaimana dinyatakan pada Pasal 12 Ayat (2) huruf d.

Pasal 18 Kinerja Studi Minimal

(1) Mahasiswa harus memenuhi kinerja studi minimal untuk bisa menyelesaikan studinya di ITTelkom Surabaya sebelum batas masa studi maksimal yang telah ditentukan.
(2) Kinerja studi minimal pada Program Sarjana adalah kelulusan 12 (dua belas) SKS matakuliah per semester atau 22 (dua puluh dua) SKS per tahun dengan lndeks Prestasi 2,0.
(3) Mahasiswa yang tidak memenuhi kinerja studi minimal diberikan status sebagai mahasiswa percobaan sesuai ketentuan Pasal 42 sampai tercapainya kinerja studi minimal secara akumulatif atau diberikan saran untuk mengundurkan diri.

Pasal 19 Evaluasi Kelulusan Studi/Yudisium

(1) Kelulusan studi seorang mahasiswa didasarkan pada kesesuaian penilaian hasil evaluasi studi mahasiswa tersebut terhadap ukuran capaian pembelajaran (Learning Outcomes) untuk memenuhi kompetensi program studi/profil lulusan yang telah dirumuskan pada setiap program studi, yang diwakili oleh capaian lndeks Prestasi Kumulatif (IPK) dalam masa studi sesuai ketentuan, sertifikasi kecakapan bahasa asing, dan kewajiban publikasi karya ilmiah.
(2) Mahasiswa Progam Sarjana dinyatakan lulus apabila telah lulus semua mata kuliah termasuk Tugas Akhir, mempunyai IPK 2,00 dan memenuhi nilai minimum kecakapan bahasa asing dan persyaratan publikasi karya ilmiah.
(3) Mahasiswa Program Sarjana diwajibkan memiliki skor Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan (TAK) tidak lebih rendah dari ketentuan minimal pada Aturan Kemahasiswaan yang berlaku di ITTelkom Surabaya sebagai persyaratan mengikuti wisuda.
(4) Kelulusan Program Sarjana ditetapkan melalui Keputusan Rektor berdasarkan rekomendasi sidang yudisium kelulusan dalam Sidang Akademik Fakultas.

Pasal 20 Predikat Lulusan

(1) Kepada Lulusan ITTelkom Surabaya diberikan predikat lulusan yaitu Dengan Pujian (Excellent/Cumlaude), Sangat Memuaskan (Very Good) dan Memuaskan (Good).
(2) Predikat lulusan diberikan berdasarkan IPK dan masa studi seperti pada tabel berikut:

Predikat IPK
Dengan Pujian
(Excellent/Cumlaude)
3,51-4,00
Sangat Memuaskan
(Very Satisfactory)
2,76-3,50
Memuaskan
(Satisfactory)
2,00-2,75

(3) Persyaratan tambahan untuk predikat Dengan Pujian (Excellent/Cumlaude):
a. Tidak melebihi masa studi normal (8 Semester).
b. Tidak memiliki catatan akademik maupun non-akademik yang negatif, tidak pernah menerima sanksi pelanggaran akademik maupun non-akademik dari Komisi Disiplin.
c. Untuk program sarjana, lulusan berhasil mempublikasikan karya ilmiah ke media publikasi ilmiah yang dibuktikan minimal dengan acceptance letter pada saat sidang akademik yudisium.
d. Pada saat sebelum yudisium memiliki skor kecapakapan bahasa asing tidak Iebih rendah dari persyaratan minimal pada Pasal 27.

Pasal 21 Laporan Kemajuan Studi

(1) Laporan Kemajuan Studi sesuai Pasal 1 Ayat (34) diterbitkan Institusi dalam bentuk cetak atau online untuk disampaikan kepada mahasiswa dan orangtuanya pada setiap semester.
(2) Akses terhadap Laporan Kemajuan Studi dalam bentuk online dapat dilakukan sewaktu-waktu pada aplikasi sistem informasi akademik dilengkapi dengan berbagai informasi yang melengkapi gambaran tentang proses pendidikan yang dijalani oleh mahasiswa, seperti kehadiran dalam perkuliahan, transkrip aktivitas kemahasiswaan (TAK), personal goal setting, dan lain-lain, serta dilengkapi dengan media komunikasi interaktif dengan dosen wali, Program Pendidikan, Fakultas dan Institusi, ataupun dalam bentuk kuesioner, termasuk penyediaan fasilitas pengiriman kritik dan saran, perubahan data alamat, nomor kontak, dan sejenisnya.
(3) Dosen Wali memberikan catatan evaluasi hasil belajar suatu semester dan memberikan saran serta motivasi untuk pengambilan rencana studi semester semester selanjutnya yang disampaikan melalui aplikasi sistem informasi akademik.
(4) Pengesahan Laporan Kemajuan Studi diberikan berupa tanda tangan basah atau secara online oleh Ketua Program Studi atau Ketua Program Perkuliahan Dasar dan Umum.
(5) Laporan Kemajuan Studi dalam bentuk cetak dikirimkan ke alamat tinggal orangtua mahasiswa secara transisional menuju pengiriman cetakan berdasarkan permintaan.
(6) Laporan Kemajuan Studi dalam bentuk online diakses oleh mahasiswa beserta orangtuanya melalui aplikasi sistem informasi akademik Institusi dengan menggunakan akun yang berbeda dan dikirimkan masing-masing kepada mahasiswa dan orangtua.
(7) Pengiriman Laporan Kemajuan Studi berbentuk cetak ke alamat tinggal orangtua mahasiswa dilaksanakan oleh unit pengelola administrasi akademik Institusi paling lambat satu bulan setelah batas akhir pengunggahan Daftar Nilai Akhir (DNA).
(8) Pengunggahan Laporan Kemajuan Studi berbentuk online dilaksanakan oleh unit pengelola administrasi akademik dan unit pengelola sistem informasi Institusi, paling lambat satu bulan setelah tenggat pengunggahan Daftar Nilai Akhir (DNA), dengan akun orangtua dan mahasiswa dikirimkan melalui gerbang layanan pesan singkat (SMS gateway) pada awal studi.

Pasal 22 Pemutusan Studi dan Undur Diri

(1) Kepada mahasiswa yang dinyatakan putus studi tidak diberikan keterangan riwayat studi dan daftar mata kuliah yang telah ditempuh selama menjalani studi di ITTelkom Surabaya.
(2) Kepada mahasiswa yang menyatakan atau dianggap undur diri dapat diberikan keterangan riwayat studi, daftar nilai mata kuliah yang telah ditempuh selama menjalani studi di ITTelkom Surabaya dan surat keterangan mutasi.
(3) Mahasiswa dinyatakan putus studi akibat menerima sanksi pelanggaran akademik maupun non-akademik berdasarkan Keputusan Rektor yang menetapkan rekomendasi Komisi Disiplin.
(4) Mahasiswa diminta atau dianggap mengundurkan diri jika:
a. tidak berhasil memenuhi syarat kelulusan dan masa studi maksimal pada setiap evaluasi tingkat atau evaluasi studi secara keseluruhan sesuai ketentuan Pasal 18.
b. tidak melaksanakan registrasi selama dua semester berturut-turut dan tidak mengajukan permohonan untuk mendaftarkan diri kembali sampai batas waktu Perubahan Rencana Studi (PRS) semester berikutnya sesuai Pasal 41.
c. tidak dapat memenuhi persyaratan dalam waktu yang ditentukan setelah menerima status sebagai mahasiswa percobaan sebagaimana ketentuan Pasal 42.

Pasal 23 Penetapan Kelulusan Studi dan Kelulusan Tingkat

(1) Berdasarkan persyaratan dan ketentuan akademik yang berlaku menurut aturan Institusi serta peraturan perundangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, penetapan kelulusan studi seorang Iulusan dari suatu program studi direkomendasikan oleh Sidang Akademik Fakultas/Program Pendidikan dan ditetapkan oleh Keputusan Rektor sebagai dasar penerbitan ljazah dan Transkrip.
(2) Untuk tujuan penataan rencana studi mahasiswa dan penyelenggaraan program studi, ITTelkom Surabaya juga menerapkan kelulusan per tingkat yang merupakan pentahapan studi (milestone) untuk mendorong prioritas kelulusan perkuliahan pada setiap tahun akademik menurut struktur kurikulum program studi secara berjenjang.
(3) Kelulusan tingkat sebagaimana pada Ayat (2) direkomendasikan oleh Sidang Akademik Fakultas/Program Perkuliahan Dasar dan Umum, kemudian dilaporkan kepada Institusi melalui Wakil Rektor I (Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama) secara fisik dan online melalui aplikasi sistem informasi akademik untuk mendapatkan penetapan.
(4) Kelulusan tingkat sebagaimana pada Ayat (2) dapat dipergunakan untuk persyaratan kegiatankegiatan akademik tertentu yang mendorong ketertataan rencana studi mahasiswa dan penyelenggaraan program studi

Pasal 24 Ijazah Kelulusan dan Transkip Akademik

(1) ljazah dan Transkrip Akademik merupakan dokumen yang menjelaskan kelulusan dan terselesaikannya seluruh kewajiban studi seorang Iulusan pendidikan, yang ditandatangani oleh Dekan dan Rektor, yang dicetak di atas kertas berpengaman, yang memuat berbagai keterangan jatidiri Iulusan, program studi dan Institusi, ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan format dan tataletak yang sesuai ketentuan Negara.
(2) Format, tataletak, dan penjelasan spesimen ljazah dan Transkrip Akademik ITTelkom Surabaya diatur dalam Keputusan Rektor tersendiri, sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.

Pasal 25 Daftar Nilai Mata Kuliah dan Surat Keterangan Lulus

(1) Daftar Nilai Matakuliah dapat diterbitkan oleh Institusi dengan memuat nilai nilai matakuliah yang sudah lulus, sesuai ketentuan aturan yang berlaku pada masing-masing program studi, berdasarkan permintaan mahasiswa yang berkepentingan yang ditujukan untuk keperluan tertentu, termasuk untuk kepentingan transfer kredit bagi mahasiswa yang akan pindah ke perguruan tinggi lain, pengajuan beasiswa instansi tertentu, dan lain-lain.
(2) Surat Keterangan Lulus yang berfungsi sebagai keterangan kelulusan sementara dapat diterbitkan oleh Fakultas berdasarkan permintaan mahasiswa  yang berkepentingan yang ditujukan untuk keperluan tertentu, termasuk untuk melamar pekerjaan sebelum diterbitkannya ljazah yang disahkan oleh Dekan Fakultas dan Rektor Institusi.

Pasal 26 Kewajiban Publikasi Karya Akhir untuk Persyaratan Kelulusan Studi

(1) Ketentuan umum karya dan publikasi ilmiah untuk kelulusan studi adalah sebagai berikut:
a. Karya ilmiah yang dipublikasikan untuk memenuhi persyaratan kelulusan studi di ITTelkom Surabaya merupakan laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian, kajian yang telah dilakukan pada tahap akhir studi pada program pendidikan akademik, dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan dan etika publikasi yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
b. Karya ilmiah terdiri atas: (i) Tugas Akhir dan (ii) penciptaan karya.
c. Tugas Akhir merupakan karya akhir mahasiswa yang berbentuk karya ilmiah dan berbentuk hasil penelitian yang disusun menurut kaidah keilmuan di bawah pengawasan atau pengarahan dosen pembimbing.
d. Penciptaan karya merupakan perwujudan konsep dan ide berdasarkan teori teori yang telah diterima oleh Mahasiswa selama melaksanakan tugas perkuliahan. Penciptaan karya dapat disebut juga dengan karya akhir.
e. Artikel publikasi ilmiah, adalah artikel yang bersumber dari Tugas Akhir atau penciptaan karya akhir yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional ber-ISSN, proceeding seminar internasional, jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional.
f. Karya ilmiah atau karya akhir merupakan tugas mahasiswa tingkat akhir yang telah menyelesaikan jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) dengan nilai minimal sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh program studi.
(2) Publikasi karya ilmiah ditujukan untuk:
a. Membangun budaya positif di lingkungan ITTelkom Surabaya, yaitu:
i. Budaya membaca; menumbuhkan minat membaca bagi mahasiswa dan dosen,
ii. Budaya menulis; memotivasi minat menulis mahasiswa dan dosen,
iii. Budaya jujur, membangun budaya jujur yaitu anti plagiat,
iv. Budaya berbagi; membiasakan diri untuk mempublikasikan karya ilmiah,
v. Budaya menghargai orang Iain; mengapresiasi karya orang lain dan
vi. Budaya analitis; menumbuhkan kemampuan analitis.
b. Menampung hasil-hasil penelitian dan atau konsep ilmiah dalam disiplin ilmu tertentu.
(3) Kriteria Publikasi karya akhir progam S1 di Iingkungan ITTelkom Surabaya
a. Umum
i. Memenuhi kaidah ilmiah, memuat Iatar belakang, rumusan masalah, pemecahan masalah, dukungan teori mutakhiran, kesimpulan dan rekomendasi;
ii. Substansi masalah harus relevan dengan bidang ilmu yang terkait dengan Program Studi.
b. Khusus
i. Publikasi yang telah ber-ISSN,
ii. Karya akhir yang dipublikasi, telah direview di internal prodi baik oleh Dosen Pembimbing.
(4) Mekanisme Kewajiban Publikasi llmiah
a. Mekanisme kewajiban publikasi ilmiah program S1 meliputi tahapan berikut:
i. Draft Tugas Akhir dan draft artikel publikasi ilmiah yang telah diperiksa dan disetujui Pembimbing diserahkan ke sekretariat program sebanyak rangkap tiga.
ii. Pembimbing dan Penguji berkewajiban menelaah draft Tugas Akhir serta menyampaikan hasil koreksi tersebut secara tertulis kepada mahasiswa pada saat ujian Tugas Akhir.
iii. Mahasiswa mengakomodasi masukan pembimbing dan penguji baik dalam draft Tugas Akhir maupun artikel publikasi ilmiah. Hasil revisi tersebut perlu memperoleh pengesahan dari Penguji dan Pembimbing melalui form revisi.
iv. Mahasiswa mengumpulkan artikel publikasi ilmiah dan keterangan bebas plagiat.
v. Dosen Pembimbing memberikan persetujuan pada Tugas Akhir dan artikel publikasi yang dikumpulkan oleh Mahasiswa sebagaimana poin iv.
(5) Penyerahan bukti cetakan penerbitan artikel publikasi ilmiah dalam jurnal internasional terindeks ke sekretariat program studi merupakan syarat untuk pengambilan ijazah.

Pasal 27 Kewajiban Lulus Ujian Kecakapan Bahasa Asing untuk Persyaratan Kelulusan Studi

(1) Kewajiban Lulus Ujian Kecapakapan Bahasa Asing untuk Persyaratan Kelulusan Studi adalah persyaratan skor minimum kecapakan bahasa lnggris yang wajib dipenuhi oleh mahasiswa ketika melaksanakan pendaftaran Sidang Tugas Akhir.
(2) Persyaratan nilai minimum kecakapan bahasa lnggris setiap jenjang program studi seperti dinyatakan dalam Pasal 19 tentang evaluasi kelulusan studi Sarjana adalah 450.
(3) Pemenuhan persyaratan kecakapan bahasa lnggris untuk kelulusan studi sebagaimana pada Ayat (2) ditunjukkan oleh keterangan resmi tentang skor kecapakan bahasa lnggris TOEFL ITP atau EPrT (English Profiency Test) dari Pusat Bahasa ITTelkom Surabaya.
(4) Keterangan kecapakan bahasa lnggris pada Ayat (3) dapat dianggap berlaku untuk persayaratan pendaftaran Sidang Tugas Akhir apabila memiliki umur tidak lebih dari 2 (dua) tahun hingga tanggal pendaftaran sidang dilakukan.
(5) Jika mahasiswa tidak dapat memenuhi ketentuan persyaratan kecakapan minimal bahasa lnggris pada Ayat (2), maka persyaratan tersebut dapat ditambahkan permohonan permakluman dari Dosen Pembimbing yang dilampiri hasil ujian kecakapan bahasa dengan skor di bawah ketentuan minimal dari sebanyak 3 (tiga) kali ujian dengan jarak waktu antarujian paling cepat 1 (satu) bulan, sehingga kelulusan mahasiswa tersebut tidak dapat diberikan predikat kelulusan “dengan pujian” (cumlaude).
(6) Persyaratan kecakapan bahasa lnggris dapat digantikan dengan kecakapan bahasa asing lain dari Iembaga bahasa dan skor yang setara dengan ketentuan minimal pada Ayat (2), yang diakui oleh Pusat Bahasa ITTelkom Surabaya.

Pasal 28 Gelar Akademik di ITTelkom Surabaya

(1) Gelar Akademik lulusan program studi yang telah terselenggara di ITTelkom Surabaya meliputi:

No Nama Program Studi Jenjang Gelar Akademik
1 Teknik Telekomunikasi S-1 Sarjana Teknik (S.T.)
2 Teknik Elektro S-1 Sarjana Teknik (S.T.)
3 Teknik Komputer S-1 Sarjana Teknik (S.T.)
4 Teknik Industri S-1 Sarjana Teknik (S.T.)
5 Teknologi Informasi S-1 Sarjana Komputer (S.Kom.)
6 Sistem Informasi S-1 Sarjana Komputer (S.Kom.)
7 Rekayasa Perangkat Lunak S-1 Sarjana Komputer (S.Kom.)

(2) Jika terjadi perubahan aturan regulasi nasional atau terdapat program studi baru, maka perubahan atau tambahan gelar akademik lulusan ditetapkan melalui Keputusan tersendiri.

Pasal 29 Sidang Akademik

(1) Sidang akademik adalah sidang majelis dosen yang dilaksanakan secara terjadwal oleh penyelenggara program pendidikan, yang dihadiri oleh ketua program, dosen wali dan para dosen pengajar, dengan membahas sejumlah agenda yang terkait evaluasi dan status studi mahasiswa, yaitu meliputi:
a. Rekomendasi penetapan status dan yudisium kelulusan studi mahasiswa
b. Rekomendasi usulan lulusan dengan Prestasi Terbaik Bidang Kemahasiswaan
c. Rekomendasi penetapan kelulusan tingkat/tahap studi
d. Rekomendasi mahasiswa yang diundurdirikan per tingkat
e. Rekomendasi mahasiswa yang diundurdirikan karena masa studi maksimal
f. Rekomendasi terhadap permohonan perpanjangan masa studi
g. Rekomendasi ujian khusus
h. Rekomendasi perubahan nilai matakuliah
i. Pelaporan status studi mahasiswa undur diri maupun yang tidak registrasi 2 (dua) semester berturut-turut (dianggap mengundurkan diri)
j. Pemantauan jumlah lulusan dan mahasiswa aktif per angkatan, drop out, dan undur diri
k. Pemantauan jumlah mahasiswa bermasalah dan solusinya (2) Sidang akademik dilaksanakan sedikitnya dalam periode setiap dua bulan, yaitu pada bulanbulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember.
(3) Sidang akademik untuk mahasiswa program studi di Fakultas dipimpin oleh Dekan dengan data yang disajikan oleh Ketua Program Studi.
(4) Sidang akademik untuk mahasiswa Tingkat-1/TPB pada Program Perkuliahan Dasar dan Umum (PPDU) dipimpin oleh Kepala Bagian Pelayanan Akademik dengan menghadirkan Dekan serta Ketua Program Studi terkait, dengan data yang disajikan oleh Kepala Bagaian Pelayanan Akademik.
(5) Pada jadwal yang ditentukan, mahasiswa diwajibkan mendaftarkan kepesertaannya dalam sidang akademik melalui Administrasi Fakultas/Departemen/Program dengan menyampaikan tujuan kepesertaan sebagaimana Ayat (1) setelah mendapatkan persetujuan dari Dosen Wali.
(6) Hasil rekomendasi penetapan sidang akademik oleh Pimpinan Sidang Akademik sebagaimana pada Ayat (4) dan (5) dilaporkan kepada Wakil Rektor I (Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama) untuk ditetapkan dalam Keputusan Rektor.

Pasal 30 Wisuda

(1) Wisuda adalah upacara inagurasi untuk pelantikan lulusan Sarjana dalam suatu Sidang Terbuka Senat ITTelkom Surabaya yang dihadiri oleh Senat ITTelkom Surabaya, Ketua Program, kedua orangtua wisudawan, para dosen, perwakilan mahasiswa dan para tamu undangan Institusi.
(2) Wisuda ITTelkom Surabaya dilaksanakan dua kali dalam setiap Tahun Akademik sesuai yang terjadwal dalam Kalender Pendidikan ITTelkom Surabaya, yaitu Wisuda I pada bulan Maret dan Wisuda II pada bulan September.
(3) Setiap lulusan berhak mengikuti wisuda setelah melaksanakan pendaftaran wisuda dengan memenuhi seluruh ketentuan dan persyaratan yang berlaku,
(4) Persyaratan yang wajib dipenuhi pada pendaftaran wisuda adalah sebagai berikut:
a. Telah dinyatakan lulus studi melalui Sidang Akademik Kelulusan di Fakultas,
b. Telah menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran pendidikan,
c. Telah menyelesaikan pengembalian peminjaman buku perpustakaan,
d. Telah menyelesaikan pembayaran biaya wisuda,
e. Untuk lulusan Ahli Madya dan Sarjana, menyerahkan bukti pengumpulan karya ilmiah dan salinan sertifikat Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan sesuai ketentuan yang berlaku,
f. Mengisi kuesioner akhir studi, mengisi formulir pendaftaran dan mengunggah foto secara on-line pada aplikasi pendaftaran wisuda,
g. Menyerahkan hasil cetakan formulir pendaftaran wisuda pada huruf f untuk mendapatkan undangan wisuda dan kalung wisudawan ITTelkom Surabaya.
h. Toga wisuda diperoleh secara sewa pada Koperasi Institusi.