Bab 7 Pedoman Pengembangan Suasana Akademik

BAB VII PEDOMAN PENGEMBANGAN SUASANA AKADEMIK
Pasal 48 Hakikat Suasana Akademik

(1) ITTelkom Surabaya mendorong terciptanya kehidupan akademik dalam suasana kecendekiaan yang kondusif bagi pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan bagi proses transformasi keilmuan yang bermanfaat bagi pengembangan sivitas akademika, kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat, dan reputasi ITTelkom Surabaya.
(2) Proses-proses akademik di ITTelkom Surabaya bercirikan diskursus yang aktif dan makmur antar-sivitas akademika, sehingga terwujud suasana akademik (academic atmosphere) yang merupakan ciri khas interaksi antar-sivitas akademika yang memiliki kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik, serta berjalannya otonomi keilmuan, berdasarkan argumentasi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
(3) Suasana akademik sangat didukung untuk berkembang melalui penyelenggaraan berbagai pola pertukaran pandangan dan pemikiran, yaitu melalui simposium, seminar, diskusi panel, diskusi kelompok studi, perkuliahan, praktikum, rapat tinjauan manajemen mengenai pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, dan lain-lain, masing-masing dengan tata tertibnya, baik dalam rangka kegiatan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.

Pasal 49 Bentuk-Bentuk Pengembangan Suasana Akademik

(1) Suasana akademik di ITTelkom Surabaya dikembangkan melalui berbagai interaksi akademik antar-sivitas akademika, yaitu antar-dosen, antara dosen dengan mahasiswa, antarmahasiswa, dan antara sivitas akademik dengan akademisi atau praktisi eksternal serta masyarakat, termasuk orangtua mahasiswa.
(2) lnteraksi akademik antar-dosen dalam pengembangan suasana akademik meliputi:
a. Rapat Tinjauan Manajemen Penyelenggaraan Pendidikan, berupa pertemuan para dosen di tingkat Institusi, fakultas, dan program studi untuk membahas berbagai kebijakan dan aturan akademik, kurikulum, evaluasi hasil pembelajaran, sidang akademik kelulusan, koordinasi penyelenggaraan pendidikan, pembahasan tentang kebijakan, aturan, perencanaan dan evaluasi pelaksanaan Tridharma, dan lain-lain.
b. Diskusi akademik pada Kelompok Keahlian, berupa interaksi antar-dosen yang membahas silabus perkuliahan, penyusunan materi dan metode pembelajaran, diskusi ilmiah tentang penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat, penulisan buku, sharing serta laporan kegiatan ilmiah anggota Kelompok Keahlian di luar kampus/luar negeri, dan lain-lain.
(3) lnteraksi akademik antara dosen dengan mahasiswa dalam pengembangan suasana akademik meliputi: perkuliahan, praktikum, responsi, perwalian, bimbingan akademik dan konseling bimbingan kerja industri, bimbingan Tugas Akhir, pembinaan kemahasiswaan bidang penalaran, kewirausahaan, kebudayaan, kerohanian dan olahraga.
(4) lnteraksi akademik antar-mahasiswa dalam pengembangan suasana akademik meliputi: tugas kelompok, praktikum kelompok, diskusi kelompok, kelompok studi keilmuan, kelompok kompetisi karya cipta/ilmiah nasional dan internasional, pembinaan kelompok keprofesian.
(5) lnteraksi akademik antara sivitas akademik dengan akademisi atau praktisi eksternal, kerjasama penelitian, kerjasama pengabdian masyarakat, kuliah tamu, studium generale, pembicara tamu dalam konferensi/seminar, nara sumber diskusi akademik.
(6) lnteraksi akademik antara sivitas akademik dengan akademisi atau praktisi eksternal dapat dilaksanakan dalam berbagai kegiatan kerjasama penelitian, pengabdian masyarakat, kuliah tamu, studium generale, pembicara tamu konferensi/seminar, nara sumber diskusi akademik dan kerjasama lainnya yang saling menguntungkan dalam kebersamaan dan kesetaraan.
(7) lnteraksi akademik antara sivitas akademik dengan masyarakat umum antara lain dilaksanakan dalam bentuk sidang terbuka senat dalam rangka wisuda, sidang terbuka senat dalam rangka penerimaan mahasiswa baru, sidang terbuka senat dalam rangka dies natalis Institusi, pameran karya, dan bentuk-bentuk lain yang relevan.

Pasal 50 Sumberdaya Pendukungan Pengembangan Suasana Akademik

(1) ITTelkom Surabaya mengupayakan secara maksimal terdukungnya pengembangan suasana akademik dalam hal pengerahan sumberdaya yang dibutuhkan, baik sumberdaya insani, prasarana dan sarana, sistem informasi dan akses kepustakaan, finansial maupun kebijakan, lingkungan kampus yang mendukung proses-proses akademik baik formal maupun informal.
(2) Dalam pembangunan, pengembangan, dan pemeliharan sumberdaya akademik pada Ayat (1), ITTelkom Surabaya sesuai dengan kemampuannya akan sangat memperhatikan untuk dapat memenuhi dan bahkan melampaui ketentuan baku mutu menurut Standar Nasional Pendidikan, yaitu untuk mendorong ITTelkom Surabaya menuju kampus berkelas dunia.
(3) Perencanaan, pengembangan, dan pemeliharaan sumberdaya akademik sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), harus dilaksanakan melalui suatu kegiatan audit secara periodik.
(4) Perencanaan, pengembangan, dan pemeliharaan prasarana, sarana, dan lingkungan kampus sebagai sumberdaya akademik sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), juga diberlakukan kebijakan-kebijakan khusus yang mendukung terwujudnya kampus hijau, yaitu meliputi kebijakan penggunaan energi, kebijakan lahan hijau, kebijakan transportasi dalam kampus, dan kebijakan pengelolaan Iimbah kampus.
(5) Perencanaan, pengembangan, dan pemeliharaan prasarana, sarana, dan lingkungan kampus sebagai sumberdaya akademik sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), juga diberlakukan kebijakan-kebijakan khusus yang mendukung berlangsungnya proses-proses akademik formal maupun informal, seperti gedung serba guna multimedia, auditorium multimedia, akses laboratorium berdasarkan pengelolaan dan/atau ijin khusus, penyediaan akses internet yang merata di seluruh lingkungan kampus dengan lebarpita sangat lebar, penyediaan taman taman belajar, penyediaan berbagai fasilitas umum yang sangat baik, dan lain-lain.

Pasal 51 Kinerja Pengembangan Suasana Akademik

(1) Suasana akademik di ITTelkom Surabaya dikembangkan melalui upaya-upaya peningkatan yang berkelanjutan, baik kuantitas maupun kualitasnya, sehingga perlu direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi dan dltindaklanjuti secara terukur agar dapat memacu pengembangannya.
(2) Sejumlah ukuran kondisi dan kinerja yang digunakan untuk melihat kemajuan pengembangan suasana akademik, yaitu:
a. jumlah keluhan sivitas akademika (dosen/mahasiswa),
b. jumlah karya ilmiah mahasiswa,
c. jumlah penelitian oleh dosen,
d. jumlah pengabdian masyarakat oleh dosen,
e. jumlah penulisan buku dan publikasi jurnal dosen,
f. jumlah seminar/simposium yang diikuti oleh dosen sebagai pemakalah,
g. jumlah seminar/simposium yang diselenggarakan,
h. jumlah studium general dengan pembicara nasional dan internasional,
i. jumlah hibah-hibah nasional maupun internasional,
j. jumlah dan rasio dosen berpendidikan S2 dan S3
k. rata-rata KUM dosen per semester,
l. jumlah sanksi akademik yang diberikan,
m. kondisi sarana dan prasarana akademik,
n. prosentase kehadiran dosen/mahasiswa dalam perkuliahan,
o. jumlah koleksi buku teks/referensi, jurnal, CD-ROM, perpustakaan digital, dan Iain-lain,
p. ketersediaan akses informasi akademik melalui internet.
q. dan lain-lain.