Tentang Kami

  1. Sejarah ITTelkom Surabaya
    Institut Teknologi Telkom Surabaya adalah Perguruan Tinggi Swasta yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Telkom. Institut Teknologi Telkom Surabaya merupakan Perguruan Tinggi keempat setelah Telkom University di Bandung, Institut Teknologi Telkom Purwokerto, dan Akademi Telekomunikasi di Jakarta.

    Institut Teknologi Telkom Surabaya merupakan salah satu bagian dari program Telkom University National Campus (TUNC) yang direncanakan oleh Yayasan Pendidikan Telkom sesuai Rencana dan Strategi (Renstra) yang telah dicanangkan. Pada awalnya sesuai dengan Renstra Yayasan Pendidikan Telkom akan mendirikan universitas Telkom di Surabaya tetapi Kemenristekdikti melalui Surat Edaran Nomor 2/M/SE/IX/2016 masih melakukan moratorium pendirian perguruan tinggi selain Institut Teknologi yang berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematic (STEM). Oleh karena itulah akhirnya Yayasan Pendidikan Telkom mendirikan perguruan tinggi berbentuk Institut di Surabaya.

    Atas gagasan ketua Yayasan Pendidikan Telkom Bapak Dwi S. Purnomo dibentuklah tim pendirian Institut Teknologi Telkom Surabaya. Sebagai Ketua Pendirian ditunjuklah Bapak Miftadi Sujai yang juga merupakan VP Higher Education Development di bawah Direktorat Higher Education Yayasan Pendidikan Telkom yang dipimpin oleh Bapak Sumrahadi. Bapak Miftadi bersama tim memulai inisiasi pendirian Institut Teknologi Telkom Surabaya ini sejak bulan April tahun 2017. Dengan dukungan tim pendirian yang melibatkan beberapa dosen dari Telkom University dilakukan penyusunan Borang Pendirian Institut Teknologi Telkom Surabaya sebagai syarat untuk mengajukan pendirian Perguruan Tinggi ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

    Segala kelengkapan yang diperlukan dalam pendirian Institut Teknologi Telkom Surabaya mulai dipersiapkan, salah satu bagian penting adalah tenaga pengajar atau Dosen. Perekrutan Dosen sudah dimulai sejak bulan Agustus hingga Desember 2017 dan dilakukan di dua kota yakni, Bandung dan Surabaya. Sebanyak 27 Dosen direkrut kemudian dilaksanakan pelatihan atau On Job Training untuk membekali pengalaman dan beradabtasi dengan budaya lembaga Pendidikan Telkom. OJT dilakukan di Telkom University pada tanggal 5 Februari 2018 sampai 2 Maret 2018. Selain mengirimkan Borang Pendirian Institut Teknologi Telkom Surabaya ke Kemenristekdikti diperlukan juga rekomendasi dari Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VII (Kopertis Wil VII) atau sekarang menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Dalam rangka akan memberikan rekomendasi itulah maka Kopertis VII telah melakukan Visitasi pada tanggal 26 Januari 2018. Sambutan Koordinator Kopertis Wilayah VII yaitu Bapak Prof. Dr. Suprapto, DEA sangat baik terhadap pendirian Institut Teknologi Telkom Surabaya dan akan merekomendasikan ke Kemenristekdikti.Sosialisasi pendirian Institut Teknologi Telkom Surabaya juga sudah dilaksanakan di gedung utama Telkom Regional V Ketintang Surabaya pada tanggal 29 Januari 2018.

    Sosialisasi tersebut merupakan salah satu langkah awal untuk memperkenalkan rencana pendirian kampus baru tersebut kepada masyarakat Surabaya. Beberapa tokoh masyarakat Surabaya, guru-guru BK SMA sesurabaya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Koordinator Kopertis Wilayah VII dan perwakilan dari asosiasi program studi perguruan tinggi dan asosiasi industri turut hadir dan menyambut baik pendirian Institut Teknologi Telkom Surabaya.Persyaratan dari DIKTI tentang jumlah dan kualifikasi dosen yang harus dipenuhi dalam pendirian Institut Teknologi Telkom Surabaya membuat Yayasan Pendidikan Telkom mengadakan penambahan dosen-dosen pada beberapa program studi yang kekurangan dosen dengan kualifikasi yang sesuai aturan DIKTI. Beberapa calon dosen lulusan universitas dalam dan luar negeri pun didatangkan. Sehingga semakin menambah kualitas dosen-dosen Institut Teknologi Telkom Surabaya. Kualitas dosen Institut Teknologi Telkom Surabaya semakin ditingkatkan agar lebih siap menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya yaitu dilaksanakannya Pelatihan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional atau disingkat PEKERTI. Bekerja sama dengan KOPERTIS WIL VII maka PEKERTI dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2018 sampai 3 Agustus 2018 dengan diikuti oleh peserta seluruh dosen Institut Teknologi Telkom Surabaya yang belum pernah mengikuti PEKERTI sebelumnya.

    Kemenristekdikti juga telah melakukan visitasi ke Institut Teknologi Telkom Surabaya pada tanggal 10 Agustus 2018 sebagai syarat terakhir proses pendirian kampus merah putih ini. Sebelum akhirnya Surat Keputusan dari Kemenristekdikti untuk ijin operasional kampus ini dikeluarkan. Beberapa perwakilan dari Kemenristekdikti melakukan visitasi untuk membuktikan secara langsung berdasarkan borang yang telah dikirimkan sebelumnya. Keuangan, Bangunan, Fasilitas Dosen dan lainnya semuanya diperiksa. Institut Teknologi Telkom Surabaya ini bukanlah satu-satunya Perguruan Tinggi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom. Oleh karena itu sebagai pembeda dengan kampus-kampus lainnya, Institut Teknologi Telkom Surabaya memiliki ciri khas yaitu berfokus pada penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada bidang Maritim, Transportasi dan Logistik.

    Surabaya menjadi kota didirikannya Institut Teknologi Telkom Surabaya bukan karena tanpa alasan. Sebab yang pertama adalah Surabaya merupakan pusat Maritim di kawasan timur Indonesia atau diistilahkan sebagai Hub Indonesia Timur, sehingga mendukung keilmuan bidang Maritim. Kedua, Surabaya memiliki Pelabuhan Tanjung Perak, Bandar Udara Juanda dan beberapa terminal bus atau stasiun kereta api yang mendukung bidang Transportasi. Ketiga, kegiatan perdagangan dan perekonomian Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia sangat mendukung sebagai penerapan keilmuan di bidang Logistik.

    Kampus Institut Teknologi Telkom Surabaya berdiri di komplek Telkom Learning Area Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara. Alamat lengkapnya yaitu Jalan Gayungan PTT No. 17-19, Kelurahan Gayungan, Kecamatan Gayungan Kode Pos 60234 Kota Surabaya, Jawa Timur. Letak geografis Kampus Institut Teknologi Telkom Surabaya ini sangat strategis karena berada tidak jauh dari pintu masuk kota Surabaya dari sebelah selatan. Selain itu juga dekat dengan masjid Nasional Al-Akbar sekitar 1,5 Km ke arah barat. Sebagai wujud ciri khas kampus berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi yang berfokus pada bidang Maritim, Transportasi dan Logistik, maka Institut Teknologi Telkom Surabaya didirikan dengan dua fakultas yaitu, Fakultas Teknik Elektro dan Fakultas Teknologi Informasi dan Industri. Fakultas Teknik Elektro meliputi tiga program studi yaitu, Teknik Telekomunikasi, Teknik Elektro dan Teknik Komputer. Sedangkan Fakultas Teknologi Informasi dan Industri meliputi empat program studi yaitu, Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Rekayasa Perangkat Lunak dan Teknik Industri.

  2. Visi, Misi dan Tujuan
    VISI: 
    “Menjadi perguruan tinggi berstandar internasional yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan fokus pada aplikasi di bidang industri maritim, transportasi dan logistik untuk mendukung peningkatan daya saing bangsa Indonesia.”
    MISI
    1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan berstandar internasional di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan fokus pada aplikasi di bidang industri maritim, transportasi dan logistik;
    2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diakui secara internasional;
    3. Memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembangunan Indonesia terutama penerapannya pada pengembangan industri kemaritiman, logistik, dan transportasi.
    TUJUAN
    1. Menghasilkan lulusan yang memiliki integritas, kompeten di bidangnya, serta mampu bersinergi dengan pihak lain;
    2. Menghasilkan karya penelitian dan produk inovasi yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
    3. Membantu pemerintah dalam penyelenggaraan dan pemerataan kualitas pendidikan tinggi di seluruh tanah air.
    4. Meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM di Indonesia. Mengembangkan iklim sosial, budaya, dan ekonomi di lingkungan sekitar kampus.

  3. Makna Lambang dan Logo
    Lambang ITTelkom Surabaya terdiri dari “dua buku terbuka diatas tugu icon Surabaya” yang secara kesatuan membentuk huruf “T” yang dikelilingi oleh hiu dan buaya yang membentuk “S” dan tulisan ITTelkom Surabaya beserta tagline.Makna bentuk dasar lambang pada ITTelkom Surabaya adalah:
    a. Bentuk utama berupa “dua buku terbuka” di atas tugu Surabaya melambangkan keterbukaan pikiran dan imajinasi, siap mengembangkan inovasi dan keilmuan baru.
    b. Tugu pahlawan sekaligus berbentuk inisial “I” dari kata “Institut” memberikan makna Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik.
    c. Ikan Sura dan Baya yang melingkar pada tugu berbentuk inisial “S” dari kata “Surabaya” memberikan makna lokasi perguruan tinggi.Pemaknaan warna pada lambang ITTelkom Surabaya:
    a. Merah, melambangkan semangat eksplorasi dan keberanian menciptakan keilmuan baru dengan dilandasi oleh tekad yang kuat untuk membangun bangsa dan kebangsaan, sehingga mampu berperan aktif di lingkungan global.
    b. Putih, melambangkan tata kelola yang bersih dan bertujuan murni untuk mengembangkan kualitas pendidikan dan kemanusiaan.
    c. Hitam, melambangkan ketegasan prinsip dan keyakinan sebagai dasar untuk mengembangkan Tridharma Perguruan Tinggi bagi tercapainya tujuan ITTelkom Surabaya.
    d. Abu-abu/perak, melambangkan teknologi modern sebagai modal dasar bagi Keluarga Besar Telkom Indonesia dalamm membangun ITTelkom Surabaya agar menjadi perguruan tinggi dengan kekhasan pada ICT (Information and Communication Technology) sebagai basis pengembangan keilmuan maupun pemanfaatannya untuk penyelenggaraan Tridharma, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
    e. Kombinasi merah-putih, melambangkan spirit kebangaan dalam berkarya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan kontribusi yang setinggi tingginya.
    f. Kombinasi abu-abu/perak dan hitam melambangkan kekuatan karakter bijaksana dan cakrawala pandang universal, sehingga memiliki daya adaptasi yang kuat terhadap perubahan di segala bidang.
    g. Perpaduan intensitas warna merah dengan merah tua/marun, perak dengan abu-abu tua, melambangkan dinamika kampus yang aktif sebagai tempat terjadinya proses integrasi, kolaborasi dan sintesa antar-disiplin keilmuan.